Rabu, 28 Desember 2016
membalas surat pak naka
Selamat malam juga bapak dosen penulisan media massa yang berbahagia yang tak henti-hentinya memberi wejangan-wejangan indah di setiap pertemuan kita. Karena,setiap pertemuan kita meninggalkan sebuah arti untuk kehidupan kelak kami nantinya.
Bapak kabar kami sehat selalu, bagaimana dengan keadaan keluarga bapak? Tak henti-hentinya doa dan ucapan syukur kami panjatkan untuk orang-orang terkasih yang selalu ada dalam lindungan-Nya. Kami tidak merasa terkejut akan hal mendadak yang bapak sampaikan kepada kami, hanya saja sedikit bingung untuk membalas surat bapak ini. Apa yang akan dibicarakan dan apa yang akan diungkapkan untuk Bapak. Ada hal lain yang mungkin bapak rasa janggal dalam kelas kami. Kemungkinan bapak merasakan kesunyian dalam setiap pertemuan dan mungkin hanya ada beberapa penghuni saja yang mampu merespon pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada kami. Kelas kami terhitung banyak yang tidak berbicara mungkin karena malas,capek,tidak ada topic yang dibicarakan,ngantuk ataupun hal lain yang menyebabkan hal itu terjadi. Saya saja merasakan hal itu ketika saya mengajak rekan–rekan di kelas saya untuk diskusi terkait hal hal yang bersangkutan dengan kelas. Saya juga bingung mengapa dari sekian banyak orang hanya beberapa saja yang berbicara padahal kita sama-sama berjuang untuk kelas.
Bapak dosen yang luar biasa akan semua karyanya, saya mengakui jika dalam kuliah bapak saya kurang aktif berbicara karena saya ternyata masih bingung untuk mencerna pertanyaan-pertanyaan yang bapak sering berikan. Mungkin bisa menjawab namun agak sedikit lama untuk memahami pertanyaan tersebut. Saya merasakan hal itu jadi saya cenderung diam dan memikirkan apa maksud dari pertanyaan-pertanyaan yang Bapak berikan.
Bapak, terkait dalam perkuliahan saya memang kurang mengerti maksud yang akan dipelajari dalam penulisan media ini, yang saya tahu hanya saya ditugaskan untuk merangkai kata-kata indah sebegitu banyaknya kelak jika kami menulis skripsi kami tidak terlalu kaget akan hal kalimat yang sangat luar biasa banyaknya itu. Serta untuk menggali potensi kami untuk selalu berkarya.benar bukan Bapak?
Bapak, saya juga mendengar dari beberapa orang mengenai hal yang sama seperti yang saya alami ini. Lalu bagaimana bapak agar kami dapat berani mengutarakan hal-hal yang ingin disampaikan jika kami belum dapat mencerna pertanyaan bapak dengan baik. Rasanya ingin berbicara namun hal yang akan dibicarakan itu saja kami tidak mampu untuk menjelaskan.
Terkait dengan hal malas membaca itu memang penyakit yang susah diniati. Andaikan niat dan perjuangan itu seimbang hal itu akan terasa gampang dijalani. Memang bapak,saya sedikit malas untuk membaca, bukan malas sebenarnya terkadang waktu saya bapak yang tidak terprioritas. Keseharian saya bukan hanya kuliah bapak, saya membantu ibu saya berjualan di Kantin SD lumayan dekat dengan rumah. Terkadang saya bingung membagi waktu untuk belajar, setiap paginya saja ditugasi ibu saya untuk belanja bahan-bahan yang akan di masak untuk jualan. Lalu selepas belanja mandi berangkat jualan, sela-sela jualan sebelum pada istirahat biasanya saya gunakan untuk memberesi pekerjaan rumah lalu berangkat kuliah. Selepas itu sore sudah lelah dalam perjalanan karena saya laju dan jalanan macet sana sini terkadang membuat saya sering ketiduran. Begitu terus setiap harinya, kadang hanya membaca beberapa berita saja di internet kompas.com. intinya saja sebenarnya tidak berterus-terusan malas untuk membaca hanya saja saya sempatkan setiap harinya untuk membaca berita agar tidak tertinggal dengan berita-berita lain. Maafkan saya pak jika membaca saya nomer duakan.
Bapak,maafkan saya dengan segala kekurangannya. Untuk pertanyaan mengenai motivasi saya hidup ya pasti kedua orang tua saya bapak. Saya ingin membahagiakan mereka. Lalu untuk apa saya kuliah, saya bercita-cita menjadi guru karena pekerjaan itu adalah pekerjaan mulia menurut saya. Untuk yang masih bicara di dalam kelas saya juga tidak mengerti solusi apa yang harus di berikan kepada kelas saya. Saya juga sudah lelah pak mereka masih susah untuk diajak berdiskusi. Kalau tidak berbicara sendiri ya pastilah bermain gadget. Sama saja kita berbicara namun tidak ada yang mendengarkan. Maafkan kelas kami yang nakal ini ya pak..
Bapak perlahan saya akan berusaha menggali potensi yang ada dalam diri saya namun saya berharap bapak tetap memberikan motivasi serta wejangan-wejangan untuk kami. Agar kelak kami dapat sukses seperti bapak dengan sejuta karyanya yang luar biasa.
Maaf Bapak jika saya membalas surat ini terlampau sedikit menyinggung perasaan bapak saya harap bapak memaafkannya. Saya juga sudah membalas sepenuh hati surat bapak ini kelak bapak juga dapat memberikan motivasi kepada kelas kami aagar tetap kompak dan solid. Serta semoga rekan-rekan kelas saya bahkan saya sendiri lebih berani utuk mengutarakan segala yang ada dalam pemikiran serta dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan bapak kepada kami. Sekali lagi saya memohon maaf kepada bapak jika ini menyinggung perasaan bapak. Terima kasih. (Fitria Ningrum- 3E PBSI)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar