Selasa, 02 Oktober 2018

Resensi kumpulan puisi "Jejak Tubuh"


Nama penulis              : Tegsa Teguh Satriyo
Tahun Terbit                : 2018
Judul                           : Jejak Tubuh
Kota Terbit                  : Yogyakarta
Penerbit                       : Garudhawaca
Jumlah Halaman          : 126 halaman



Sinopsis                       :
Tegsa Teguh Satriyo merupakan penulis dari kumpulan cerpen yang berjudul Jejak Tubuh. Beliau adalah seorang guru di SMA Ksatrian 2 lulusan sarjana dari Universitas PGRI Semarang. Hobbynya yang suka menulis tersebut memunculkan dan menciptakan suatu hasil karya yang bermanfaat yakni sebuah buku yang berisikan kurang lebih 117 puisi yang dimuat di dalam buku tersebut.
Bagi beliau menulis merupakan cara untuk melukis kegelisahan atau sekadar menuruti kata hati yang terus berlari. Beliau senang menulis puisi sejak SMP dari tulisan kecil-kecil hingga menjadi sebuah karya yang luar biasa. Terinspirasi dari karya Sutardji Calzoum Bachri ia menyukai puisi-puisi. Dalam karya yang dimuat berbagai tema dapat menjadikan banyak puisi seperti tema romantisme, religius, sosial budaya dan lain sebagainya.
Mulanya semasa SMA beliau suka dengan teater sehingga masuk ke dalam sebuah grup teater. Disana beliau banyak menyalurkan ide-ide dan bakat yang ia miliki. Tidak hanya teater belia menyukai seni dan sastra lainnya sehingga ia dapat menciptakan suatu karyanya seperti puisi, cerpen dan menyutradai suatu teater. Bagi beliau sastra merupakan wadah baginya untuk menambah ilmu dan pengalaman yang bermanfaat.
Ketika SMA beliau diberi pesan oleh gurunya agar dapat melanjutkan masuk teater sebagai ajang pemanfaatan ide-ide yang ia miliki. Akhirnya setelah masuk ke perguruan tinggi beliau masuk ke dalam teater gema yang baginya menjadi rumah untuk menyuguhi segala ilmu yang bermanfaat.
Hasil karya yang diciptakan kerap sekali menjadi bahan ledekan dosen yang mengajarinya. Namun hal itu membuat beliau tertantang untuk menciptakan suatu hasil karya yang bermanfaat. Sehingga inilah beliau menulis kumpulan-kumpulan puisi agar tulisannya dapat bermanfaat bagi siapapun.
Kumpulan puisi yang diciptakan ini merupakan puisi-puisi yang menggunakan diksi-diksi tak lazim yang membuat karakter kepenulisan beliau menjadi kreatif. Banyak bahasa-bahasa yang aneh dan tidak sering didengar masyarakat. Mulai dari judulnya yang menarik tersebut membuat pembaca penasaran dengan isi dari puisi tersebut.
Banyak judul-judul puisi yang menarik ia tulis namun asing didengar oleh masyarakat seperti Kroda, Lobha, Moha, Matsarya dan lain sebagainya. Menarik dan membuat pembaca penasaran dengan isi puisinya. Banyak puisi di dalamnya yang mengandung maksud dan tujuan yang bermakna untuk pembaca. Namun makna isi dari puisi tersebut tidak langsung disampaikan dalam puisinya. Pemilihan diksi yang baik membuat penulis dapat menyampaikan pesan yang terkandung di dalam puisinya.
Beliau sempat berpesan agar pembaca dapat membiasakan menulis meskipun hanya berbentuk catatan-catatan kecil setiap harinya. Baik itu diary ataupun quotes sehingga nantinya akan terbiasa menulis dan dapat menciptakan suatu karya yang bermanfaat.
Ketika beliau mengadakan acara perbincangan bukunya tersebut dengan sastrawan-satrawan lainnya kala itu. Pembicara yang dihadirkan merupakan satrawan yang kritis akan dunia sastra. Sastrawan hebat yang membicarakan suatu karyanya di depan umum. Belaiu sangat menanggapi dengan bijak perbincangan-perbincangan yang dilakukan bersama dengan menghadirkan mahasiswa ataupun penyuka sastra lainnya.
Hal-hal yang disampaikan oleh sastrawan tersebut banyak menceritakan tentang pengalamn mereka mengenal si penulis dan membahas mengenai perbincangan tentang isi dari puisi-puisi tersebut. Mulai dari sampul, isi puisi, judul puisi, pemilihan diksi, bentuk layout atau tata letak dan pengalaman-pengalaman yang beliau peroleh dibaghas diperbincangan tersebut.
Bagi pembaca bahasa atau diksi yang ada dalam puisi tersebut mudah dipahami maksudnya namun tidak banyak orang yang mengerti arti dari judul-judul yang tak lazim tersebut. Sehingga pembaca yang tidak mengetahui hal tersebut merasa kebingungan dengan artinya namun itulah yang membuat pembaca penasaran untuk dibaca karena ketidaktahuan pembaca mengenai artinya.
Mengenai perbincangan dengan dilakukan suatu acara, seorang audience bertanya mengenai aturan-aturan penulisan yang dilakukan si penulis tidak sesuai dengan kaidahnya. Beliau menjawab karena ini adalah puisi maka beliau tidak terlalu berpedoman dengan aturan-aturan penulisan bahasa Indonesia. Jika ia menulis suatu cerpen ataupun tulisan formal pastilah akan sesuai dengan aturan yang ada beliau menjawab dengan bijaknya.
Maka dari tulisan-tulisan puisi beliau banyak sekali ditemukan ketidak sesuaian tulisan dengan ejaan atau aturan. Namun bagi pembaca yang sasaran baca usia remaja hal tersebut tidak dijadikan masalah untuk seseorang menulis yang terpenting tulisan sekecil apapun jika ditekuni akan menciptakan suatu karya yang bermanfaat. Tulisan juga disesuaikan dengan sasaran baca yang akan dituju. Dan nantinya dapat menumbuhkembangkan ide-ide yang penulis lakukan untuk menambah ilmu dan pengalamannya selama ini agar menjadi penulis yang aktif, kreatif, cerdas dan inovatif.

Resensi Novel "Nyanyian Hujan"


Nama penulis              : Sintia Astarina
Tahun Terbit                : 2013
Judul                            : Nyanyian Hujan
Kota Terbit                  : Jakarta
Penerbit                       : PT Grasindo
Jumlah Halaman         : 205 halaman



.

Sinopsis                       :
Vesta gadis berambut panjang memiliki seorang kakak bernama Revin. Ketika mereka pulang bermain mengendarai sepeda mereka masing-masing, Vesta mengalami kecelakaan karena kondisi jalan dan penerangan yang kurang dan mengakibatkan Vesta kehilangan banyak darah. Revin yang panik dengan sigap memapah Vesta pulang dan di rumah mereka tidak ada orang tua dikarenakan sedang ada pekerjaan di luar hanya ada om Dave dan istrinya. Mereka merasa panik dan membawa Vesta ke rumah sakit. Namun pihak rumah sakit tidak memiliki stok darah AB dan membuat keluarga Vesta kecewa namun tiba-tiba seorang suster memberi tahu bahwa ada sisa stok darah AB satu kantong.
Lalu Vesta dan Revin menjadi yatim piatu karena orang tuanya mengalami kecelakaan pesawat dan tidak ada satu orang pun yang selamat dari kecelakaan tersebut. Vesta merasa tidak percaya bahwa ditinggal orang tuanya dia sangat terpukul namun tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihannya. Vesta tinggal bersama kakak, om dan tantenya serta Bi Sum pengasuhnya sejak kecil yang selalu menemani Vesta ketika ia merasa kesepian karena ditinggal Revin ke Australia untuk bekerja. Bagi Vesta kakaknya itu seorang yang perhatian, yang saying dengannya dan mampu menjaga Vesta hingga dewasa. Pada Revin pula, ia selalu mencurahkan segala isi hatinya. Semenjak ditinggal Vesta merasa galau dan sering mencurahkan isi hatinya pada hujan.
Hujanlah yang menjadi teman ketika ia merasa hatinya sedang mengalami kegundahan. Hujan yang dianggap mampu menenangkan jiwanya sehingga membuat dirinya menjadi tabah, kuat dalam menjalani kehidupannya saat ini.bagi Vesta hujan mampu mendengarkan keluh kesahnya melalui gemericik air yang turun.
Sementara itu, Revin kakaknya mengutus seorang temannya bernama Kenneth untuk menjaga Vesta selama ia meninggalkannya ke Australia. Kenneth dianggap sebagai cowok yang sombong, jutek, cuek dan berbeda dengan kakaknya yang selalu peduli dan perhatian dengannya. Kenneth menganggap Vesta adalah gadis yang manja dan tidak mau mandiri sehingga kerap sekali mereka bertengkar karena perbedaan pendapat yang bertolak belakang dengan dirinya.
Waktu berlalu Vesta menemukan teman barunya di kampus. Seorang lelaki yang mampu membuat hidup Vesta kini berwarna. Dio seorang mahasiswa jurusan DKV satu kampus dengannya kini menjadi seorang lelaki yang mampu membuatnya tersenyum setiap saat. Mereka memiliki kesamaan yakni sama-sama suka seni, musik, dan pastinya hujan. Dio memjadi seorang penyemangat hidupnya jika ia sedang merasa bĂȘte dengan Kenneth. Lama kelamaan akhirnya mereka berpacaran.
Kenneth mengetahui hal itu dia tidak menyukai jika Vesta berpacaran dengan Dio. Maka Kenneth sering melarang Vesta dan kebanyakan mengekang apapun yang dilakukan Vesta. Kemungkinan ia cemburu melihat kedekatan Vesta dengan Dio. Kenneth sering merasa khawatir, cemas dengannya karena ia tidak ingin Vesta terjadi apa-apa.
Tiba-tiba kondisi tubuh Vesta menurun. Kenneth terlihat cemas dengan keadaanya. Paginya Vesta memeriksakan kondisi tubuhnya ke rumah sakit dan menemui dokter yang menangani keluarganya tersebut dan  tenyata hasil labnya Vesta terkena HIV.  
            Akhirnya Kenneth mengetahui perihal penyakit Vesta yang disembunyikan selama ini. Tak selang lama Vesta dan Dio bercerita mengenai masalah penyakitnya. Mereka sama-sama terserang HIV.  Vesta sempat mengiRa bahwa ia terkena HIV karena bekas jarum yang digunakan untuk tato mereka tidak steril namun itu hanya kesalah pahaman saja. Selang beberapa lama Revin juga mengetahui hal tersebut dan ia tidak percaya bahwa adiknya terserang penyakit tersebut.
  Kenneth tetap menjaga Vesta meskipun sembari bekerja ia sempatkan untuk tetap mengetahui kondisi Vesta. Sesekali ia mampir untuk mengecek kondisi Vesta agar tidak terjadi hal-hal yang menimpa Vesta. Bi Sum pun juga masih tetap pengertian layaknya orang tua yang menjaga anaknya.
Akhirnya Kenneth mengutarakan isi hatinya kepada Vesta bahwa ia nyaman berada di dekatnya meskipun hanya menjaga dari kejauhan. Vesta mengetahui hal tersebut dan mencoba mengerti tentang hati Kenneth.
Kondisi tubuh Dio semakin melemah, ia dirawat di rumah sakit dan belum membaik kondisinya. Orang tua Dio yang sibuk bekerja di Singapura akhirnya pulang menemui Dio yang terbaring lemah kala itu. Mereka tidak dapat beebuat apa-apa hanya menyesali jika telah meninggalkan Dio selama ini. Sempat Dio sadar dan memanggil-manggil nama Vesta dia berharap dalam kondisi seperti ini saja agar Vesta tetap menemaninya namun itu semua hanya mimpi dan harapan Dio. Setelah sadar dan memanggil orang tuanya seketika itu Dio memalingkan wajahnya dan tubuhnya membeku tak lagi menunjukkan pergerakan sama sekali. Ibunya menangis tak percaya ketika alat-alat yang menempel di tubuh Dio berhenti begitu saja. Dio meninggalkan dunia dengan meninggalkan serpihan-serpihan kasih yang berkelana di antara desiran hujan yang mengantarnya menuju pintu surga


.

Minggu, 23 September 2018

AUTOBIOGRAFI

Seorang gadis kecil berambut pendek dulunya dan lama kelamaan menjadi seorang remaja berambut panjang,hitam dan dikuncir kuda setiap harinya. Sedikit tomboy saat SMP dan kembali berambut pendek saat SMK. Kini sudah menjadi seorang wanita dewasa yang sedang menjalani proses kehidupannya. Nama saya Fitria Ningrum,nama panggilan biasanya Fitri jika di rumah dan Ningrum untuk di sekolah dan teman main. Saya lahir di Semarang 20 Februari 1996 hari selasa pukul 00.15 kata ibu. Tepatnya saat malam takbir idul fitri 22 tahun yang lalu. Jadi nama saya diambil dari kata idul fitri,kata ibu yang memberi nama itu kakek. Saya terlahir dari keluarga sederhana. Saya anak kedua dari dua bersaudara,ayah bernama Turmudi dan Ibu Muryati. Ayah saya seorang buruh dan ibu seorang pedagang di kantin SD.. Kakak laki-laki bernama Prayogo Wahyu Murdiyanto. Kakak alhamdulillah sudah menikah dan memiliki seorang anak. istrinya bernama Wirawati dan anaknya bernama Rayhan Eka Zulvan Prawira. Saat ini saya tinggal di Karanggeneng RT 01/RW01,Sumurejo,Gunungpati,Semarang bersama kedua orangtua saya. Saat aku hendak mulai sekolah diasuh oleh Budhe yang dianggap seperti ibu sendiri. Setiap pagi hendak sekolah aku selalu dikuncir rambut oleh Budhe. Dia ini sangatlah galak,cuek,senang sekali membersihkan rumah dan senang sekali menyanyi. Setelah beranjak besar dan dewasa Budhe merantau ke negeri orang menjadi TKW di Malaysia hingga 3 tahun yang lalu terakhir dia kembali ketika kakek belum meninggal. Pada saat umur 4 tahun saya memulai karir pendidikan di TK Pertiwi 1,yang berada tak jauh dari rumah. Tahun 2000/2001 melanjutkan ke jenjang SD selama 6 tahun dan lulus tahun 2007/2008 dan mendapatkan ijazah. di SD N 1 Sumurejo masih dilingkungan rumah dan yang menjadi kesan yaitu memiliki teman-teman yang baik. Tahun 2008 saya melanjutkan ke jenjang SMP di SMP N 24 Semarang selama 3 tahun dan yang menjadi guru favorit yaitu guru matematika yang bernama Bapak Saliman, Beliau adalah seorang guru yang santai,mudah dipahami pembelajarannya,dan humoris orangnya. Selama 3 tahun memiliki teman-teman kelas yang sangat akrab. Setelah 3 tahun tepatnya pada 2010/2011 menyelesaikan pendidikan di SMP dan mendapatkan ijazah SMP. Kemudian di lanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu SMA/SMK di SMK N 11 Semarang jl.Cemara Raya Banyumanik Semarang. Disitulah saya mengenakan seragam putih abu-abu dan menuntut ilmu selama 3 tahun. Di SMK N 11 saya mengambil jurusan Persiapan Grafika, bidangnya tentang persiapan sebelum proses pencetakan. Selama bersekolah di SMK N 11 memiliki guru favorit yang bernama Ibu Canserina Juliawardhani beliau adalah orang yang memiliki sifat keibuan, penyayang,tegas,dan disiplin. Meskipun banyak muridnya yang takut dengan beliau karna sifat tegasnya. Tiga tahun berjalan 2013/2014 menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA/SMK dan mendapatkan ijazah serta nilai yang cukup baik. Prestasi akademik yang diraih di jenjang pendidikan mengalami pasang surut. Di saat Taman Kanak-Kanak saya sering mendapat nilai yang cukup baik,akan tetapi pada Taman Kanak-Kanak belum ada penilaian berdasarkan peringkat. Dalam catatan rapor Taman Kanak-Kanakku tertulis bahwa aku itu masih merasa malu dengan seseorang. Sifat pemaluku itu yang membuat guru sangat memperhatikan aku. Guru-guru di Taman Kanak-Kanak dulu sangatlah baik sehingga jasa-jasa beliau tak pernah hilang dalam ingatan,dan selalu teringat kebaikan,kesabaran,ketelatenan beliau dalam mengajar. Di Sekolah Dasar prestasi akademik yang diraih sangatlah cukup baik. Setiap pergantian semester mendapat peringkat 5 besar dari beberapa siswa di sekolah. Hingga akhirnya orang tua menjanjikan sesuatu sebagai apresiasi peringkat dan sebagai penyemangat belajar di sekolah. Selama berprestasi, diberi hadiah oleh orang tua seperti sepeda,tas dan sepatu sekolah yang diinginkan. Lalu pada jenjang SMP,nilai saya juga cukuplah baik,walaupun belum yang terbaik setiap semesternya. Saya selalu mendapatkan peringkat 10 besar di kelas. Hingga jenjang SMK juga selalu kejar-kejaran peringkat dengan teman 3 besar. Pernah dulu saat penerimaan rapor dibohongi oleh wali kelas tidak mendapat peringkat. Dan hal itu dibicarakan kepada ibu sehingga saya kecewa dengan hal itu,tapi ternyata setelah dibuka rapornya saya dibohongi oleh wali kelas yang menjadi guru favorit selama ini. Bicara tentang hobby saya bingung juga apa maksud dari itu. Setiap harinya hanya membantu orang tua berjualan. Sepulang berjualan siang hari biasanya tidur. Malamnya belajar dan begitulah setiap harinya. Jadi jika ditanya hobbynya apa saya sendiri juga kurang paham. Tapi hal yang disenangi yakni mendengarkan musik. Tahun 2014 saya sebenarnya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya namun keterbatasan ekonomi keluarga ,saya urungkan niat pada tahun itu untuk kuliah. Saya putuskan tahun itu untuk bekerja sebagai batu loncatan saat itu dan gaji selama bekerja disisihkan untuk menabung biaya kuliah tahun depan. Awal bekerja saya merasa hal itu sangatlah berat dijalani hingga setiap malam pulang kerja selalu mengeluh pada ibu tentang pekerjaan. Selama 2 bulan bekerja di suatu pabrik akhirnya saya mengundurkan diri dari pabrik tersebut. Lalu bekerja kembali dengan bantuan teman di salah satu tempat oleh-oleh. Selama 6 bulan bekerja ditempat itu. akhirnya ada pendaftaran kuliah dan memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus mencari perguruan tinggi. Alhamdulillah tahun 2015 bisa kuliah meskipun awalnya mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri dengan mengikuti beberapa tahapan pendaftaran dari SBMPTN hingga SPMU tetapi tidak lolos dan akhirnya mendaftar ke Universitas PGRI Semarang dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, karena saya rasa bisa ditempuh dan ingin menjadi guru bahasa Indonesia yang berpotensi dan berkarakter yang baik bagi diri sendiri,bangsa dan berguna bagi masyarakat terutama orang tua.. Semoga ini awal keberhasilan untuk mencapai cita-cita saya menjadi seorang guru.Amin Keinginan saya saat ini yaitu bisa melaksanakan kuliah dengan baik, menyelesaikan segala tugas-tugas sehingga kuliah selalu lancar tanpa sedikitpun halangan. Dan selanjutnya lulus dengan nilai Ipk yang baik dan memuaskan. Dan menjadi orang sukses. Sehingga dapat membanggakan orang tua nantinya. Saya ingin membahagiakan orang tua dengan menaikhajikan orang tua nantinya. Amin Sedikit motivasi yang saya peroleh dari motivator-motivator lain bahwa seseorang akan menggapai kesuksesan dimulai dari niat,usaha serta doa dalam menjalankannya. Serta selalu tenggang rasa dan menghargai orang lain karena hdup tak lepas dari bantuan orang lain. Semoga cita-cita tercapai dengan lancar. Amin